Puisi untuk Hati yang Mencinta
Kadang cinta tak selalu bisa diucapkan dengan kata-kata biasa. Ia hadir dalam detik sunyi, tatapan yang diam, atau rindu yang tersembunyi. Menulis puisi cinta adalah cara untuk memberi napas pada perasaan itu, merangkai rasa menjadi baris-baris yang abadi.
Di tulisanku kali ini, aku ingin berbagi kumpulan puisi cinta yang bisa kamu baca, resapi, atau jadikan inspirasi menulis cinta sendiri.
![]() |
| pict by pinterest |
Halaman pertama
Kutulis selarik kata bermajas penuh makna
pada hari perdana sesuai rencana
untuk sang pemantra
yang menghapus luka-luka
Seriuh air di gurun sahara
Senandung angin yang memenuhi padang aksara
Aku si kelam penuh rasa
mencintaimu pada halaman pertama
Semoga abadi terisi hingga akhir kata
Binar Kala Senja
Bak binar lembayung di kala senja datang
Hadirmu kian menjadi penenang kala jatuhnya sang gemintang
Semoga kelak hari harimu dijauhkan dari rangkaian puisi gelap
Tiada pilu yang bersandar di pelupuk matamu bahkan hingga kau terlelap
Beriringan
bawa aku ke senja yang enggan berlalu
di bawah langit merah terbakar ragu
kita melangkah tanpa suara, tanpa rindu
aku ada di belakang, tetap membisu
bawa aku ke lembah sunyi tanpa nama
tempat luka hanya menjadi cerita lama
jangan biarkan bayang-bayang bercerita
tentang perih yang tak ingin lagi kita bawa
bawa aku ke rerimbunan penuh duri
aku ada di belakang mengiringi
semoga kita selalu kehabisan cara untuk menyakiti
hingga hanya dekap yang tersisa di tepi sunyi
Setiap bait puisi yang kutulis kala itu, hanya perihal dirinya, seseorang yang kusebut sebagai sang semesta. Di dalam kata, di antara sunyi dan rindu, di situlah aku menaruh semua rasa, mengabadikan jejaknya dalam baris-baris yang tak lekang oleh waktu. Semoga baris-baris ini menjadi teman sunyi, mengalir masuk ke dalam hati, temani sunyimu, dan hadirkan rindu yang lembut.
.jpeg)

.jpeg)
Komentar
Posting Komentar